Selasa, 17 Oktober 2017

[Chit-Chat] Aku dan Untaian Kata: FBB is Turning One!


Sejak kecil, aku memang sudah suka banget menulis. Mungkin nurun dari almarhum Abah yang semasa hidupnya berprofesi sebagai jurnalis. Dulu itu aku paling nggak bisa ngeliat kertas kosong nganggur. Bawaannya pasti kepengen nulis atau, paling nggak, nyorat-nyoret nggak karuan. Sayangnya, aku nggak bisa ngegambar. Andai bisa, mungkin coretanku itu bisa dijual dengan harga tinggi πŸ˜† Dulu aku nggak ngerti kalau itu yang dinamakan hobi. Yang aku tau, tanganku selalu gatal kepengen corat-coret πŸ˜‚

Hobiku menulis semakin menjadi ketika aku menemukan hobiku yang lain ketika masih SD: membaca buku-buku cerita rakyat dan berimajinasi. Ketika SMP, aku sempat menulis beberapa cerpen dengan berbagai genre. Tapi, aku nggak punya kesabaran dan ketelatenan untuk menyelesaikan cerpenku itu. Jadi, kubiarkan terbengkalai begitu saja πŸ˜… Ternyata aku lebih menikmati kegiatan membaca, saat itu.

Kegemaranku menulis terus berlanjut hingga remaja. Di masa puber, aku suka banget curhat di buku diary. Angkatan ’80-’90an pasti tau banget nih sama kebiasaan ini. Hayo ngaku, siapa dulu yang suka tukeran diary sama temen buat diisi biodata? 🀣 “Hai namaku bla. TTL bla bla. Kata mutiara bla bla bla. Pesan dan kesan bla bla bla bla.”  *ngacung πŸ™‹

Hobiku menulis di diary ternyata mendapat dukungan dari Abah. Beliau sampai bela-belain beliin aku buku diary yang unyu-unyu loh. Kata beliau, “Bagus, Nak. Teruskan hobimu. Siapa tau suatu saat nanti kamu jadi penulis.” Tapi, saat itu aku nggak terlalu peduli sama harapan Abah, karena aku sudah punya cita-citaku sendiri yang nggak kalah keren: Guide πŸ˜πŸ˜†

Ketika SMA, aku juga pernah dikasih buku diary oleh sahabatku semasa SD sebagai hadiah ulang tahun. Dan diary yang penuh dengan curhatan masa SMA-ku ketika naksir abis-abisan salah satu cowok keren di sekolahku itu masih ada loh sampai sekarang. Kalo iseng dan kangen masa SMA, aku baca lagi tulisanku itu, dan aku selalu ngakak kalo keinget betapa labilnya aku dulu. Labil, tapi sok cool 🀣🀣🀣

Diary zaman masih ababil 🀣🀣🀣
Tahun demi tahun berlalu. Aku sempat melupakan kegemaranku dalam menulis, tapi hobi membacaku semakin menjadi-jadi hingga ke tahap rela nggak jajan di kantin sekolah demi bisa menyewa komik Detektif Kindaichi dan Princess. Mamaku sampai gemes banget sama aku gara-gara kerjaanku baca komik terus, padahal besoknya ada ujian sekolah. “Besok ujian, sempat-sempatnya baca komik. Kalau nilaimu jelek, awas, lho,” omel Mama saat itu. Aku sakit ati deh diomelin gitu. Ma, percaya dikit sama anak Mama ini napa? Biar kecanduan komik gini, anak Mama ini selalu masuk lima besar, lho. Yah, minimal 10 besar deh *bukanpamer *cumannyombong #dibakarmassa πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚

Hobiku membaca komik terbawa sampai ke masa kuliah. Bahkan, saat itu, aku juga mulai suka membaca novel roman terjemahan. Dan di masa kuliah itu, hobi menulisku kembali setelah bertemu kelas Writing dan Translation. Aku benar-benar menikmati kelas Writing dan Translation yang menurut beberapa temanku adalah salah dua kelas yang paling sulit. Aku seakan CLBK-an sama passion yang sempat terlupakan ini. Nilai-nilai Writing dan Translation-ku pun cukup memuaskan. Dan aku menemukan passion-ku yang lain yang masih menyangkut tulis menulis: menerjemahkan. Dan bermula dari sinilah aku mulai menemukan jati diri dan mimpi.

Kegemaranku membaca, menulis, dan kini, mengutak-atik kalimat, membawaku kepada jalan yang tak pernah terbayangkan sebelumnya, baik olehku sendiri maupun orang lain: penerjemah sekaligus blogger. Dua pekerjaan ini, meskipun lebih banyak dihabiskan di depan layar komputer, tapi menantang banget loh. Seenggaknya menantang imajinasi dan kreatifitas. Sebagai penerjemah, aku dituntut kreatif dalam menemukan padanan kata dan konteks dari naskah yang sedang kuterjemahkan. Sebagai blogger, aku dituntut untuk kreatif dalam menyajikan konten yang berfaedah buat pembaca. Jadi, biar kata aku lagi curhat, aku harus puter otak gimana caranya supaya curhatku itu, segimana pun gajenya, tetep bisa berfaedah buat yang membaca. Menantang banget, kan? πŸ˜„

Karena tantangan yang nggak main-main itulah, terkadang aku mengalami yang namanya keadaan mati kutu, yaitu keadaan ketika aku nggak ngerti mau bahas apaan lagi. Kalo bahasa pahuluan-nya, writer’s block πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚ Beruntung banget aku ketemu komunitas blogger di Banjarmasin, yaitu Female Blogger Banjarmasin. Ketemu sama banyak teman yang se-passion itu menyenangkan sekali. Dari teman-teman FBB, aku belajar cara mengolah konten yang berfaedah, memaksimalkan blog, meningkatkan motivasi untuk lebih konsisten dalam menulis, sampai fangirling-an para ahjussi tamvan dari negeri ginseng dan berbagi rekomendasi drakor apa lagi yang wajib nonton selain Goblin πŸ˜†

Nggak jarang, bahkan ada beauty class dadakan yang dibawakan oleh anggota FBB yang fokus di dunia beauty blogging. Membahas mana yang lebih dulu dipakai, sunscreen atau DD Cream; perlukah memakai essence dan serum lagi walaupun sudah rutin menggunakan krim wajah; sampai rekomendasi face mist yang nyaman digunakan sehari-hari menurut pengalaman masing-masing. Karena aku memang beauty enthusiast, pembahasan seperti ini tentu saja sangat menarik minatku. Dan karena saat ini aku memang lagi suka-sukanya pakai face mist, tentu saja aku merekomendasikan Wardah C-Defence Face Mist. Face Mist ekonomis dari Wardah ini enak dipake, apalagi pas mumet gegara hilang ide buat nulis. Makin bete karena kepala rasanya berasap kayak panggangan sate dan muka lecek selecek muka mantan. Biasanya kalo udah kayak gini aku istirahat bentar, kipas-kipas sambil semprot-semprot muka pakai Wardah C-Defence Face Mist yang beraroma jeruk. Emmmmm… segerrrrr.

Sumber

Sayangnya, saat ini Wardah C-Defense Face Mist sedang kosong di mana-mana. Menurut Mbak BA-nya, katanya si face mist ini mau ganti formula, jadi stoknya kosong. Nggak tau kapan bakalan ada lagi. Yah, ngga papa lah. Aku kan menunggu dengan setia kok 😍

Mongngomong soal Wardah, tanggal 22 Oktober 2017 nanti, FBB bekerja sama dengan Wardah akan mengadakan beauty class loh. Acara ini diadakan dalam rangka merayakan ultah FBB. Iya, tanggal 6 Oktober kemarin, FBB genap berumur satu tahun. Aku sendiri baru bergabung beberapa bulan yang lalu. Memang umur FBB masih muda sekali. Ibarat bayi, FBB ini baru bisa merangkak dan belajar jalan. Meski demikian, kita tentu akan selalu berusaha untuk terus membesarkan FBB dengan sepenuh cinta dan kasih sayang. Dan bersamaan dengan diperingatinya hari jadi FBB yang ke-1 ini, teriring pula doa tulus dari hati, semoga Female Blogger Banjarmasin semakin berjaya, kukuh, barokah, dan bisa menjadi salah satu komunitas blogger terbesar di Indonesia. Amiiin.

Buat teman-teman yang mau tau lebih lanjut tentang FBB, atau kepengen gabung, kepoin medsos-nya yuk.

Twitter: @FbbBjm

Finally, selamat ulang tahun yang ke-1, Female Blogger Banjarmasin. Wish you all the best.

Female Blogger Banjarmasin

11 komentar:

  1. Semoga bisa kopdar bareng temen-temen Female Blogger Banjarmasin

    BalasHapus
  2. Semoga kita bisa meet dan chit chat bareng ya mba Gita hihihi 😘

    BalasHapus
  3. Wah.. Masa kecil mb gita mirip2 sm ak.. Tp finishingnya g jd sekeren mb gita.. Hihihi.. Ga sbr deh ketemu mb nnti pas beauty class..

    BalasHapus
  4. Aku juga suka nulis sejak kecil. Tapi ortu bukan penulis, melainkan pendongeng yang handal dan membuat imajinasiku setinggi langit. Hehee.. Senang bisa gabung di FBB dan ketemu orang-orang dg hobi yang sama.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yup, dan jadi punya teman yg bisa diajakkin diskusi juga 😘

      Hapus
  5. Autofokus kata-kata 'komik'. ��
    Sama mbak, aku kecil kerjaannya baca buku sama komiiiiik melulu, menjelang ujian SD, semua buku diumpetin mamak. Ah, sedih' banget waktu itu. Wkwkwk
    masalah diary dan cerpen pas smp juga mirip deh, tiap kali dibaca lagi senyum-senyum najis gitu yah ��

    BalasHapus
    Balasan
    1. Toss sesama penggemar komik πŸ‘πŸ˜‚

      Mamaku dulu sampe ngancem2 mau robekkin komik2ku gara2 aku baca komik mulu. Kalo inget itu, aku jadi merinding *umpetintimbunankomik πŸ˜‚

      Tulisan jaman dulu emang bikin geli2 gimanaaa gitu ya. Tapi lucuk 🀣

      Hapus
  6. Kenapa jadi minder sik abis baca tulisanmu mba 😭😭😭 hobi kita sama banget, baca ama nulis (bukan anak pintar jaman nowπŸ˜‚) tapi passionku berujung tidak menentu dan pasti sepasti dirimu😒

    BalasHapus
  7. Aku tim isi TTL dairy, wkwkwkwk waktu kuliaj diary nya masih ada dan sekarang sudah lah, dilupakan saja daripada ketawa terus pas baca. Wkwkwwk

    Face mist itu aku mupeng tp ga sempat nyari sih. Penasaran banget sama itu.

    BalasHapus

COPYRIGHT © 2018 JURNAL GITA | THEME BY RUMAH ES